Agribisnis Digital FKP UNESA dan BRIDA Jatim Tandatangani Kerjasama Mitigasi Risiko Keamanan Pangan Berbasis Data Spasial pada Komoditas Strategis

Surabaya, 30 Oktober 2025 – Prodi Agribisnis Digital, Fakultas
Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (FKP UNESA) resmi menjalin
kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur.
Penandatanganan digelar di Auditorium Gedung S3 Fakultas Ketahanan Pangan
Kampus 3 UNESA, Kamis (30/10/2025) pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Dokumen
kerjasama ditandatangani langsung oleh Koordinator Program Studi Agribisnis
Digital, Amirusholihin, M.Sc., Dekan FKP UNESA, Prof. Dr. Nining
Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc. dan Kepala BRIDA Jatim, Dr. Andriyanto,
S.H., M.Kes., C.Med., Adv.. penandatanganan naskah di atas meja bundar
dengan latar panggung biru dengan disaksikan Dekan dan Wakil Dekan Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis UNESA, Prof. Dr. Anang Kristyanto, S.Sos., M.Si. dan
Prof. Dr. Susanti, S.Pd., M.Si., Wakil Dekan II Fakultas Ketahanan Pangan,
Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.SEI, para Koordinator Program Studi, dosen
FKP, peneliti BRIDA, serta mahasiswa. Suasana auditorium yang elegan dengan
panel kayu dan pencahayaan hangat mencerminkan komitmen kuat kedua institusi.
Kerjasama bertajuk “Mitigasi Risiko
Keamanan Pangan pada Komoditas Strategis: Studi Ketahanan Pangan Berbasis Data
Spasial” ini mengintegrasikan teknologi agribisnis digital untuk
mendeteksi, mencegah kontaminasi, dan mempromosikan pada komoditas pangan
strategis. Melalui analisis data spasial, proyek akan memetakan titik rawan
pencemaran kimia, biologi, dan fisik sepanjang rantai pasok, mulai dari lahan
produksi hingga meja konsumen.
Prof.
Nining menyambut hangat kerjasama ini dengan senyum
ramah yang menunjukkan keterbukaan penuh FKP UNESA untuk berkolaborasi. Dr.
Andriyanto tampak antusias, dan kesiapan BRIDA untuk berbagi
strategi riset serta mengembangkan publikasi artikel ilmiah bersama.
Kerjasama
ini fokus pada penguatan keamanan pangan melalui teknologi data spasial dan
agribisnis digital. Output utama meliputi peta risiko, platform traceability,
aplikasi mobile, pelatihan, serta publikasi bersama.
Inisiatif
ini diharapkan menjadi model penguatan sistem keamanan pangan berbasis
teknologi di tingkat local dan nasional. Kerjasama ini menjadi langkah
strategis membangun sistem peringatan dini keamanan pangan, mencegah kasus
keracunan, serta meningkatkan daya saing produk pangan Jawa Timur di pasar
nasional dan internasional.