Mahasiswa Agribisnis Digital Unesa Praktik Langsung: Dari Panen Hidroponik Hingga Teknik Packing untuk Siap Jual
UNESA
Kampus 3 – Tak hanya jago dalam menyusun teori dan
memenangkan kompetisi, mahasiswa program studi S1 Agribisnis Digital
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai menunjukkan taringnya dalam
pengelolaan pasca-panen. Baru-baru ini, mereka melakukan praktik lapangan mulai
dari pemanenan sayuran hidroponik hingga proses pengemasan (packing)
standar pasar.
Kegiatan
yang didokumentasikan melalui laman media sosial ini memperlihatkan antusiasme
mahasiswa dalam mengelola hasil kebun hidroponik milik fakultas. Praktik ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman nyata mengenai rantai pasok pangan, mulai
dari kebun hingga ke tangan konsumen.
Ketelitian
dalam Sortasi dan Menjaga Kualitas Dalam proses
tersebut, mahasiswa tidak hanya sekadar memetik sayur. Mereka diajarkan tahap sortasi,
yaitu memilih hasil panen yang berkualitas tinggi, bebas hama, dan memiliki
tampilan fisik yang segar. Hal ini krusial dalam dunia agribisnis digital
karena konsumen masa kini sangat memperhatikan estetika dan kesehatan produk.
"Di
sini kita belajar cara panen yang benar agar tidak merusak tekstur sayur, lalu
memilih mana sayur yang layak masuk kategori kelas A (kualitas terbaik) untuk
dijual," ujar salah satu mahasiswa dalam dokumentasi tersebut.
Standarisasi
Packing 200 Gram Setelah melalui tahap pemilihan,
sayur-sayur segar tersebut ditimbang dengan akurasi tinggi. Standar berat yang
digunakan adalah 200 gram per kemasan. Penggunaan ukuran ini dinilai
sangat pas untuk kebutuhan rumah tangga perkotaan yang praktis dan efisien.
Proses
pengemasan dilakukan dengan rapi menggunakan plastik pembungkus yang menjaga
kelembapan sayur agar tetap renyah saat sampai di tangan pembeli. Labeling dan packing
yang rapi ini merupakan kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah (value-added)
sebuah produk pertanian.
Menyiapkan
Mental Entrepreneur Praktik panen dan packing
ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ketahanan Pangan Unesa untuk mencetak
lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi digital, tetapi juga memahami
teknis produksi pertanian secara mendalam.
Dengan
terjun langsung menimbang dan mengemas produk siap jual, mahasiswa diharapkan
memiliki mental kewirausahaan (entrepreneurship) yang kuat.
Produk-produk hasil praktik ini nantinya siap dipasarkan, membuktikan bahwa
sinergi antara teknologi hidroponik dan manajemen agribisnis yang tepat dapat
menghasilkan peluang ekonomi yang menjanjikan. [ADM/2026]