Ngabuburit Produktif: Mahasiswa Agribisnis Digital Unesa Rawat Instalasi Hidroponik Sambil Menanti Buka Puasa
UNESA
Kampus 3 – Ada cara unik yang dilakukan oleh
mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis Digital Universitas Negeri Surabaya
(Unesa) dalam mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau yang akrab disebut
"ngabuburit". Bukannya bersantai, mereka justru menggelar aksi kerja
bakti untuk membersihkan dan merawat instalasi hidroponik di lingkungan
fakultas.
Kegiatan
yang terekam dalam unggahan video pendek tersebut menunjukkan para mahasiswa
bekerja sama membersihkan pipa-pipa instalasi, mengecek aliran nutrisi, hingga
melakukan perawatan rutin pada tanaman. Aksi ini menjadi bukti nyata kepedulian
mereka terhadap fasilitas praktik sekaligus menjaga keberlanjutan produksi
sayuran hidroponik.
Menjaga
Sterilitas dan Performa Instalasi Perawatan
instalasi hidroponik merupakan hal yang krusial. Dalam kegiatan ini, mahasiswa
fokus membersihkan lumut dan endapan yang seringkali menyumbat saluran nutrisi
di dalam pipa. Pembersihan secara berkala sangat diperlukan untuk memastikan
tanaman mendapatkan asupan nutrisi secara optimal dan mencegah munculnya
penyakit pada akar.
"Ngabuburit
kali ini kami isi dengan perawatan instalasi. Selain agar kebun tetap bersih
dan estetik, ini juga bagian dari tanggung jawab kami sebagai mahasiswa
pertanian digital untuk menjaga alat produksi tetap prima," ujar salah
satu mahasiswa di sela-sela kegiatan.
Edukasi
di Balik Kerja Bakti Selain menjaga
kebersihan, momen ini juga menjadi ajang belajar bersama. Mahasiswa senior
maupun junior saling berbagi pengetahuan tentang cara teknis merawat modul
hidroponik, mulai dari pengecekkan kepekatan nutrisi hingga memastikan pompa
berjalan dengan baik.
Kegiatan
ini secara tidak langsung melatih kedisiplinan dan rasa kepemilikan mahasiswa
terhadap fasilitas laboratorium lapangan yang mereka gunakan sehari-hari.
Membangun
Budaya Kerja Keras Dosen dan civitas
akademika menyambut positif inisiatif ini. Mengisi waktu puasa dengan kerja
bakti menunjukkan bahwa ibadah tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif.
Justru, dengan beraktivitas di kebun, rasa lapar dan dahaga saat berpuasa
menjadi tidak terasa karena dilakukan bersama-sama dalam suasana yang ceria.
Aksi
ngabuburit produktif ini diharapkan dapat menjadi tren positif di lingkungan
Unesa, di mana waktu luang dimanfaatkan untuk kegiatan yang berdampak langsung
pada kualitas fasilitas pendidikan dan lingkungan hijau kampus. [ADM/2026]