Ubah Lumpur Lapindo Jadi Produk Estetika, Tim Rupa dari prodi Agribisnis Digital Fakultas Ketahanan Pangan Sabet Juara 1 SKIM Liga PKM UNESA 2025
SURABAYA
β Tim "Rupa" yang beranggotakan kolaborasi mahasiswa lintas fakultas
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil meraih juara pertama dalam ajang
Liga PKM Unesa untuk skema Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang mereka bawakan
adalah pemanfaatan limbah lumpur Lapindo menjadi produk kerajinan poteri (pottery)
yang bernilai ekonomis tinggi.
Tim
ini diketuai oleh Fairus Calya dari prodi S1 Agribisnis Digital, beranggotakan
Nail Safi Azarin dan Lailatul Muna dari prodi Pendidikan Kimia. Kolaborasi ini
menggabungkan analisis bisnis yang tajam dengan riset ilmiah mengenai material
bahan baku.
Inovasi
dari Limbah dan Media Terapi Stres Produk
"Rupa" hadir bukan sekadar sebagai barang dekorasi rumah biasa. Dalam
sesi podcast FKP UNESA Official, Safi menjelaskan bahwa pemilihan lumpur
Lapindo didasari atas keinginan untuk memanfaatkan limbah yang melimpah.
Melalui keahlian tim dari jurusan Kimia, mereka melakukan riset mendalam
terkait kandungan mineral dan pH lumpur agar produk yang dihasilkan kokoh dan
tidak mudah retak.
Selain
produk jadi, Tim Rupa juga menawarkan layanan painting class atau kelas
melukis poteri. "Berdasarkan riset, kegiatan ini efektif untuk relief
stress atau meredakan stres bagi kalangan Gen Z yang sering dijuluki
sebagai strawberry generation," ujar Safia dalam podcast tersebut.
Tantangan
Lintas Kampus Perjalanan menuju juara satu
tidaklah mudah. Tim ini harus menghadapi kendala geografis karena perbedaan
lokasi kampus antara Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) dan FMIPA di Ketintang.
Selain jarak, mereka juga harus berpacu dengan waktu yang mepet.
"Kami
sempat 'digoreng' habis-habisan oleh mentor dan pimpinan fakultas dalam sesi
revisi. Bahkan, kami harus menyelesaikan perbaikan PPT hanya dalam waktu satu
malam sebelum presentasi final," kenang Calya.
Tips
Kolaborasi Lintas Disiplin Atas keberhasilan ini,
Tim Rupa membagikan tips bagi mahasiswa lain yang ingin terjun di ajang Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM). Menurut mereka, kunci utamanya adalah kolaborasi
lintas disiplin ilmu.
βSangat
penting mencari rekan tim yang berbeda prodi agar bisa saling menutup
kekurangan. Misalnya, ada yang ahli dalam hitungan ekonomi, desain, maupun
riset bahan,β jelas Calya. Mereka juga menekankan pentingnya komitmen dan
kesabaran dalam menjalani proses yang melelahkan.
Kemenangan
ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Unesa lainnya, khususnya dari
Fakultas Ketahanan Pangan, untuk terus berinovasi dan tidak ragu berkolaborasi
dengan fakultas lain demi menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. [ADM/2026]