Akses Listrik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah
Pendahuluan
Kabupaten Nabire di Papua Tengah memiliki peran penting sebagai gerbang menuju pedalaman Papua. Meski letaknya strategis, sebagian besar desa di wilayah ini masih kesulitan mendapatkan akses listrik yang layak. Kondisi geografis yang bergunung-gunung dan terpencar membuat distribusi jaringan listrik PLN sangat terbatas.
Tanpa listrik yang memadai, masyarakat di pedalaman Nabire menghadapi banyak kendala. Fasilitas kesehatan tidak bisa beroperasi optimal, kegiatan belajar mengajar terhambat, dan ekonomi rakyat berjalan lambat. Listrik bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga fondasi bagi pembangunan sosial dan kemanusiaan di Papua.
Pembahasan
Pemerintah pusat bersama PLN meluncurkan program Papua Terang untuk meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 100%. Di Nabire, fokus diarahkan pada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya komunal dan hibrida. Program ini memanfaatkan energi matahari yang melimpah untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak masyarakat Nabire yang kini menikmati listrik di rumah mereka. Anak-anak dapat belajar di malam hari, puskesmas bisa menyimpan obat dengan baik, dan pelaku usaha kecil mulai berkembang. Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat, pembangunan listrik di Nabire menjadi wujud nyata pemerataan energi di Tanah Papua.
Penutup
Elektrifikasi Nabire bukan hanya tentang menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan. Listrik membawa perubahan nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat Papua. Program energi terbarukan menjadi kunci untuk mewujudkan keadilan energi bagi seluruh wilayah Indonesia