Kebijakan Pemerintah dan Program MBG di Bali
Pendahuluan
Bali dikenal dengan sistem pertanian tradisionalnya yang disebut subak, yang telah menjadi warisan budaya dunia. Namun, modernisasi dan urbanisasi menyebabkan banyak lahan pertanian beralih fungsi. Untuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, pemerintah Bali menerapkan kebijakan kolaboratif melalui program Merdeka Belajar Gotong Royong (MBG).
Mahasiswa dari Universitas Udayana dan Politeknik Pertanian Negeri Payangan diterjunkan ke desa-desa pertanian untuk membantu mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan, yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan ramah lingkungan.
Isi
Pemerintah provinsi memberikan dukungan berupa pelatihan konservasi tanah dan air, serta penerapan teknologi ramah lingkungan seperti pupuk organik dan sistem tanam vertikal. Dalam kerangka MBG, mahasiswa bekerja sama dengan kelompok tani untuk menciptakan produk turunan hasil pertanian seperti teh herbal dan pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain itu, kebijakan MBG di Bali menekankan pada peningkatan literasi digital petani agar mereka mampu memasarkan produk secara mandiri melalui platform daring. Pemerintah daerah juga membantu menyediakan kanal pemasaran resmi untuk hasil pertanian unggulan Bali.
Penutup
Kombinasi antara kebijakan pemerintah dan program MBG telah memperkuat daya saing pertanian Bali tanpa mengabaikan akar tradisinya. Dengan semangat gotong royong dan inovasi mahasiswa, pertanian Bali kini mulai bertransformasi menjadi lebih efisien dan modern.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah wisata lainnya dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.