Kebijakan Pemerintah dan Program MBG di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Pendahuluan
Nusa Tenggara Timur sering menghadapi tantangan kekeringan dan keterbatasan air untuk pertanian. Pemerintah daerah menyadari bahwa solusi berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal. Oleh karena itu, program MBG dijalankan untuk menjembatani mahasiswa dengan masyarakat petani di daerah kering.
Melalui kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan politeknik setempat, mahasiswa turun ke lapangan untuk menciptakan inovasi sederhana seperti sistem irigasi tetes murah dan penampungan air hujan.
Isi
Kebijakan MBG di NTT difokuskan pada penguatan ketahanan pangan desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Pemerintah menyediakan dana desa khusus untuk mendukung proyek pertanian berbasis teknologi hemat air dan budidaya tanaman tahan kering seperti sorgum dan kacang-kacangan.
Selain itu, mahasiswa berperan dalam membentuk kelompok tani muda yang dilatih untuk mengelola usaha tani secara modern. Pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan bisnis dan pemasaran hasil pertanian agar dapat meningkatkan nilai tambah.
Penutup
Melalui kebijakan pemerintah dan program MBG, masyarakat NTT kini memiliki harapan baru terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan. Mahasiswa menjadi agen perubahan yang membantu mengatasi tantangan air dan produktivitas.
Program ini tidak hanya menguatkan sektor pertanian, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda di wilayah yang selama ini dianggap kering dan sulit berkembang