Kebijakan Pemerintah dan Program MBG di Sumatera Barat
Pendahuluan
Sumatera Barat memiliki potensi besar dalam pertanian padi, kopi, dan hortikultura. Namun, sebagian besar petani masih bergantung pada metode tradisional. Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah daerah meluncurkan kebijakan kolaboratif berbasis pendidikan, salah satunya melalui program MBG.
Mahasiswa dari berbagai universitas lokal seperti UNAND dan IAIN Bukittinggi diterjunkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Isi
Kebijakan MBG di Sumatera Barat difokuskan pada pelatihan pengolahan hasil panen dan pengembangan pertanian organik. Pemerintah menyediakan dukungan berupa alat pertanian modern, benih unggul, serta akses pembiayaan melalui BUMDes.
Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan di desa, membantu petani memanfaatkan teknologi tepat guna dan memperkenalkan sistem pemasaran digital berbasis e-commerce untuk hasil panen.
Penutup
Program MBG membawa dampak positif dalam memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan sektor pertanian di Sumatera Barat. Petani mendapatkan pengetahuan baru, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam pembangunan desa.
Pemerintah berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini agar setiap daerah memiliki desa binaan yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan