Kolaborasi MBG dan Pemerintah di Kabupaten Tabanan, Bali
Pendahuluan
Tabanan, dikenal sebagai “lumbung beras Bali,” memiliki sistem pertanian tradisional subak yang diakui UNESCO. Meski demikian, perubahan iklim dan menurunnya minat generasi muda terhadap pertanian menjadi tantangan serius. Program MBG hadir untuk menjawab tantangan ini dengan menggabungkan nilai kearifan lokal dan pembelajaran modern.
Pemerintah Bali memanfaatkan kebijakan MBG untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam pelestarian sistem pertanian berkelanjutan yang berbasis budaya.
Isi
Mahasiswa bersama petani subak berkolaborasi dalam kegiatan perawatan irigasi, peningkatan produktivitas lahan, serta digitalisasi catatan hasil panen. Pemerintah daerah turut menyediakan pelatihan dan dukungan alat digital untuk mempermudah pencatatan serta pemantauan kondisi lahan.
Selain itu, program MBG juga mengintegrasikan kegiatan seni, budaya, dan pariwisata dalam sektor pertanian, seperti wisata edukatif berbasis sawah. Ini membuat petani memperoleh penghasilan tambahan tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.
Penutup
Pelaksanaan MBG di Tabanan membuktikan bahwa kebijakan pertanian modern tidak harus bertentangan dengan tradisi lokal. Dengan kolaborasi lintas generasi, kearifan lokal dan inovasi bisa tumbuh bersama.
Model seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga harmoni antara pendidikan, lingkungan, dan budaya pertanian.