Pengangguran di Denpasar
Pendahuluan
Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali dikenal dengan sektor pariwisatanya yang kuat. Namun, pandemi COVID-19 sempat memukul keras sektor ini dan menyebabkan banyak pekerja kehilangan mata pencaharian. Dampaknya masih terasa hingga kini dalam bentuk meningkatnya angka pengangguran.
Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk beradaptasi dengan menciptakan usaha baru di luar sektor pariwisata. Banyak pekerja kini mulai beralih ke bisnis online, kuliner lokal, dan kerajinan tangan.
Pembahasan
Pemerintah Denpasar berupaya mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada pariwisata semata. Pelatihan digital marketing dan pengembangan UMKM terus dilakukan untuk memperluas peluang kerja.
Selain itu, dukungan terhadap usaha kecil melalui akses permodalan dan promosi produk lokal diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Kolaborasi dengan sektor swasta menjadi langkah penting dalam proses ini.
Penutup
Denpasar perlu memperkuat fondasi ekonomi alternatif agar tidak rentan terhadap krisis. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan menjadi kunci dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, Denpasar dapat bangkit dan mengatasi masalah pengangguran dengan lebih tangguh.