PENGERTIAN DAN TIPS BERINVESTASI DI PASAR MODAL
Saham merupakan surat kepemilikan suatu perusahaan, ketika seseorang membeli 1 lot saham mereka sebenarnya membeli sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Pemilik saham memiliki hak untuk mendapatkan dividen (bagi hasil laba) dan berhak ikut dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), yang memberi mereka suara dalam keputusan penting perusahaan.
Bagaimana Cara Kerja Saham?
Saham diperdagangkan di pasar saham, yang bisa berupa bursa saham seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bursa saham lainnya di dunia seperti New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq. Proses perdagangan saham biasanya dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang menjadi perantara antara investor dan pasar saham.
1. Penawaran Saham (IPO)
Ketika perusahaan ingin mengumpulkan modal, mereka bisa melakukan Initial Public Offering (IPO), yaitu menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kali. Setelah IPO, saham tersebut bisa diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder.
2. Harga Saham
Harga saham dapat berfluktuasi tergantung pada berbagai faktor, seperti kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, berita pasar, hingga faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah atau kondisi global. Kenaikan dan penurunan harga saham ini yang menciptakan potensi keuntungan atau kerugian bagi investor.
3. Dividen dan Capital Gain
Ada dua cara bagi investor untuk memperoleh keuntungan dari saham:
• Dividen: Beberapa perusahaan membagikan sebagian dari keuntungan mereka kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Dividen biasanya dibagikan secara berkala, seperti setiap kuartal atau tahunan.
• Capital Gain: Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham. Jika harga saham yang dibeli lebih rendah daripada harga saat dijual, investor akan memperoleh keuntungan atau capital gain.
Jenis-jenis Saham
Terdapat beberapa jenis saham yang beredar di pasar. Berikut adalah jenis-jenis saham yang paling umum:
1. Saham Biasa (Common Stock)
Ini adalah jenis saham yang paling sering diperdagangkan. Pemilik saham biasa berhak mendapatkan dividen dan memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan. Namun, jika perusahaan mengalami kebangkrutan, pemegang saham biasa memiliki prioritas terakhir dalam mendapatkan klaim atas aset perusahaan.
2. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen memberikan hak lebih dalam hal pembagian dividen. Pemegang saham preferen biasanya mendapatkan dividen tetap dan memiliki prioritas lebih tinggi daripada pemegang saham biasa dalam hal klaim terhadap aset perusahaan jika terjadi likuidasi. Namun, pemegang saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan.
Mengapa Saham Menjadi Pilihan Investasi Populer?
1. Potensi Keuntungan yang Tinggi
Saham memiliki potensi keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti deposito atau obligasi. Dengan kenaikan harga saham yang signifikan atau pembagian dividen yang besar, investor bisa meraih keuntungan yang menarik.
2. Likuiditas Tinggi
Pasar saham memiliki likuiditas yang tinggi, artinya saham bisa dibeli dan dijual dengan mudah. Ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk mengakses dana mereka kapan saja jika dibutuhkan.
3. Diversifikasi Portofolio
Saham memungkinkan investor untuk mendiversifikasi portofolio mereka. Dengan memiliki saham dari berbagai sektor atau perusahaan, risiko investasi dapat diminimalisir meski hasilnya tetap bergantung pada kinerja perusahaan-perusahaan tersebut.
Risiko dalam Investasi Saham
Meskipun saham menawarkan keuntungan yang tinggi, investasi ini juga memiliki risiko yang besar. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan oleh investor adalah:
1. Volatilitas Harga
Harga saham bisa sangat fluktuatif. Faktor-faktor ekonomi, politik, atau bahkan sentimen pasar dapat menyebabkan harga saham naik atau turun secara tajam dalam waktu singkat.
2. Risiko Perusahaan
Kinerja perusahaan yang buruk, misalnya karena manajemen yang tidak efektif atau masalah keuangan, dapat menyebabkan harga saham perusahaan tersebut anjlok. Bahkan, perusahaan bisa bangkrut, yang menyebabkan pemegang saham kehilangan seluruh investasinya.
3. Risiko Pasar
Faktor eksternal seperti resesi ekonomi, perang, atau pandemi global dapat memengaruhi seluruh pasar saham. Meskipun hal ini bisa menurunkan harga saham secara umum, ada juga kesempatan untuk membeli saham dengan harga lebih murah.
Tips Berinvestasi di Saham
Untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan, berikut beberapa tips berinvestasi di saham:
1. Lakukan Riset
Sebelum membeli saham, penting untuk melakukan riset tentang perusahaan yang sahamnya akan dibeli. Pelajari kinerja perusahaan, laporan keuangan, prospek masa depan, dan sektor industri tempat perusahaan tersebut beroperasi.
2. Diversifikasi Portofolio
Jangan hanya membeli saham dari satu perusahaan atau sektor. Diversifikasi portofolio akan mengurangi risiko jika salah satu saham mengalami penurunan harga.
3. Investasi Jangka Panjang
Saham cenderung memberikan hasil terbaik dalam jangka panjang. Jika kita membeli saham dengan niat untuk investasi jangka panjang, kita akan lebih sabar menghadapi fluktuasi harga dalam jangka pendek dan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih stabil.
4. Pertimbangkan Manajemen Risiko
Tentukan berapa persen dari total portofolio Anda yang akan diinvestasikan di saham. Jangan terlalu terbawa nafsu untuk berinvestasi besar-besaran tanpa mempertimbangkan risikonya. Kita bisa menggunakan stop loss atau strategi lainnya untuk membatasi potensi kerugian.
5. Pelajari Analisis Fundamental dan Teknikal
Untuk memilih saham yang baik, kita bisa menggunakan analisis fundamental (menganalisis kondisi keuangan dan prospek perusahaan) dan analisis teknikal (memperhatikan pola harga saham di masa lalu untuk meramalkan harga di masa depan). Dengan menggunakan dan menggabungkan kedua teknik tersebut maka kita akan tau kapan kita akan membeli di harga murah dan kapan kita menjual di harga yang tinggi.
Kesimpulan
Investasi saham memang menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, namun juga tidak lepas dari risiko. Oleh karena itu, penting bagi setiap investor untuk melakukan riset, mempertimbangkan manajemen risiko, dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Dengan pemahaman yang baik, investasi saham bisa menjadi pilihan yang menguntungkan untuk membangun kekayaan di masa depan.
Daftar Pustaka
1. Mankiw, N. Gregory. Principles of Economics. Cengage Learning, 2021. Buku ini memberikan pemahaman dasar tentang ekonomi yang berguna untuk memahami bagaimana pasar saham beroperasi dalam konteks ekonomi makro.
2. Jogiyanto, H.. Pasar Modal di Indonesia: Teori dan Praktik. Edisi Ketiga. BPFE
Yogyakarta, 2013.
Buku ini membahas secara mendalam mengenai pasar modal di Indonesia, termasuk teori-teori dasar, mekanisme pasar saham, dan peraturan yang berlaku.
3. Fabozzi, Frank J.. Investment Management. 10th Edition. Pearson, 2016. Buku ini memberikan panduan komprehensif tentang manajemen investasi, termasuk strategi berinvestasi di saham dan instrumen pasar modal lainnya.
4. Securities and Exchange Commission (SEC). Understanding the Stock Market. U.S. Securities and Exchange Commission, 2019.
Dokumen dari SEC yang menjelaskan secara rinci tentang cara kerja pasar saham dan aturan yang mengaturnya.