Peningkatan Nilai Tambah Pertanian di Kota Denpasar
Pendahuluan
Kota Denpasar, Bali, memiliki karakteristik unik di mana sektor pertanian berpadu erat dengan pariwisata. Meski luas lahannya terbatas, Denpasar tetap berkomitmen mempertahankan pertanian lokal sebagai penopang budaya dan sumber ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah menyadari pentingnya menjaga kemandirian pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian agar dapat bersaing di pasar global.
Untuk itu, kebijakan pertanian Denpasar difokuskan pada diversifikasi produk, pengembangan pertanian organik, dan integrasi dengan sektor pariwisata. Strategi ini memungkinkan petani mendapatkan keuntungan lebih besar melalui produk olahan dan promosi yang memanfaatkan daya tarik wisata Bali.
Isi
Melalui program Agro Bali Organic, pemerintah mengembangkan sistem pertanian berbasis organik dan berkelanjutan. Petani dibantu dalam proses sertifikasi organik, pengemasan, dan pemasaran produk seperti sayuran segar, rempah, dan buah tropis. Hasil pertanian ini kemudian dipasarkan ke hotel, restoran, dan pasar wisatawan, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku pariwisata.
Selain itu, pemerintah mendirikan pusat pelatihan dan koperasi “Agro Bali Mart” yang berfungsi sebagai tempat distribusi dan edukasi. Di sini, petani dilatih untuk mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti jus buah kemasan, minyak kelapa murni, atau pupuk cair organik. Kebijakan ini terbukti meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat citra Denpasar sebagai kota hijau yang ramah lingkungan.
Penutup
Kebijakan peningkatan nilai tambah pertanian di Denpasar membuktikan bahwa sektor pertanian dapat tumbuh berdampingan dengan industri pariwisata. Petani lokal kini memiliki posisi strategis dalam rantai ekonomi daerah karena mampu memproduksi sekaligus memasarkan produk dengan nilai ekonomi tinggi.
Dengan terus memperluas akses pasar ekspor dan mempertahankan standar mutu organik, Denpasar berpotensi menjadi kota model dalam pengembangan eco-agriculture yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal Bali