Regenerasi Petani: Tantangan dan Peluang Besar bagi Gen Z
Salah satu tantangan terbesar sektor pertanian Indonesia saat ini adalah krisis regenerasi petani. Mayoritas petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, bahkan sekitar 27% berusia di atas 55 tahun. Sementara itu, jumlah petani muda terus menurun setiap tahun. Jika tidak diatasi, Indonesia akan menghadapi ancaman serius terhadap ketahanan pangan di masa depan.
Generasi Z memiliki peran penting dalam menghadapi masalah ini. Sebagai generasi yang lahir di era digital, mereka dapat membawa perubahan besar pada cara bertani, cara memasarkan produk, hingga cara membangun ekosistem pertanian yang lebih efisien. Namun, menarik minat Gen Z untuk memasuki sektor pertanian bukanlah hal sederhana.
Salah satu penyebab rendahnya minat pemuda adalah persepsi negatif terhadap profesi petani. Banyak yang menganggap pertanian sebagai pekerjaan kotor, melelahkan, dan tidak menjanjikan secara finansial. Data menunjukkan bahwa bahkan mahasiswa fakultas pertanian sekalipun sebagian besar tidak ingin bekerja sebagai petani setelah lulus. Untuk itu, perubahan paradigma harus dilakukan.
Gen Z harus melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan tradisional, tetapi sebagai peluang bisnis yang modern dan berteknologi tinggi. Pertanian saat ini tidak hanya tentang cangkul dan sawah, tetapi tentang inovasi, digitalisasi, start-up agritech, dan rantai pasok modern. Generasi ini dapat membangun usaha agribisnis, membangun brand lokal, menggunakan media sosial untuk pemasaran, atau mengembangkan produk pangan berkelanjutan.
Regenerasi petani juga membutuhkan dukungan pemerintah dan institusi pendidikan. Program pelatihan, akses modal, teknologi pertanian presisi, hingga pendampingan usaha sangat penting untuk menarik Gen Z. Universitas juga perlu memperbaharui kurikulum agar lebih relevan dengan dunia teknologi pertanian modern.
Dengan potensi kreativitas, kemampuan teknologi, dan semangat inovatif, Gen Z dapat menjadi ujung tombak regenerasi petani Indonesia. Jika mereka berhasil tertarik dan terlibat di sektor ini, masa depan pertanian Indonesia akan jauh lebih terjamin.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, D. A., & Regiani, E. (2021). Pudarnya Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat di Era Globalisasi. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1), 30–34.
Fahrillah, A., Kurniawan, M. E., Barory, C., & Yudowati, D. M. (2025). Green Generation: Inisiasi Gen Z dalam Membangun Revolusi Green Economy Bidang Pangan. Dalwa Islamic Economic Studies, 4(1).
Hidayanto, M., dkk. (2022). Peningkatan Peran Generasi Milenial untuk Mendukung Pengembangan Pertanian di Kawasan Penyangga Pangan. Prosiding Forum Ilmiah Nusantara.