Stunting di Denpasar (Bali)
Pendahuluan
Denpasar yang terkenal dengan sektor pariwisatanya, ternyata juga memiliki permasalahan gizi yang belum sepenuhnya terselesaikan. Di balik gemerlap industri wisata, masih banyak keluarga pekerja harian dan buruh pariwisata yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga anak-anak mereka rentan terhadap stunting.
Pembahasan
Pemerintah Kota Denpasar menerapkan program Denpasar Cerdas dan Sehat, yang menekankan pentingnya gizi seimbang di rumah tangga. Melalui posyandu dan sekolah, anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan makan sehat dan pentingnya minum susu. Denpasar juga menggandeng hotel dan restoran dalam gerakan CSR untuk membantu menyediakan makanan bergizi bagi keluarga kurang mampu.
Program Gerakan Ayah Peduli Stunting menjadi inovasi menarik di Denpasar. Program ini mendorong para ayah untuk ikut serta dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi keluarga. Dengan pendekatan berbasis budaya dan peran keluarga, angka stunting di Denpasar mulai menunjukkan penurunan.
Penutup
Penurunan stunting di Denpasar membuktikan bahwa keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan kesehatan dapat berjalan harmonis. Dengan peran aktif semua pihak, Denpasar berpotensi menjadi kota wisata yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga sehat secara generasi