Stunting di Kota Medan (Sumatera Utara)
Pendahuluan
Sebagai kota metropolitan terbesar di Pulau Sumatra, Medan memiliki tantangan tersendiri dalam mengatasi stunting. Meski perekonomian berkembang pesat, kesenjangan sosial ekonomi yang tinggi menyebabkan banyak anak dari keluarga miskin mengalami gizi buruk kronis.
Faktor penyebab stunting di Medan cukup beragam, mulai dari sanitasi lingkungan yang buruk, akses terhadap air bersih yang terbatas di permukiman padat, hingga pola konsumsi makanan yang tidak bergizi seimbang. Banyak keluarga mengandalkan makanan cepat saji atau instan karena dianggap praktis dan murah. Namun, pilihan ini justru berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak.
Selain itu, urbanisasi yang cepat membuat banyak keluarga muda tinggal di hunian sempit dengan fasilitas kesehatan yang terbatas. Akibatnya, program intervensi gizi tidak selalu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Pembahasan
Pemerintah Kota Medan telah menjalankan berbagai program seperti Gerakan Cegah Stunting, penyuluhan gizi di posyandu, dan pembagian makanan tambahan untuk ibu hamil serta anak balita. Meski begitu, angka stunting masih sulit turun drastis karena faktor sosial ekonomi masih menjadi hambatan utama.
Kerja sama dengan lembaga swasta dan organisasi sosial mulai ditingkatkan. Misalnya, pembentukan Rumah Gizi di beberapa kecamatan yang menyediakan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan makanan bergizi gratis. Program ini disambut baik oleh masyarakat, terutama di daerah padat penduduk seperti Medan Marelan dan Medan Belawan.
Selain itu, sektor pendidikan juga dilibatkan. Sekolah-sekolah diberi tugas untuk mengajarkan anak-anak pentingnya sarapan sehat dan pola makan seimbang. Dengan cara ini, edukasi gizi dapat menyentuh generasi muda secara langsung.
Penutup
Upaya pencegahan stunting di Medan perlu terus ditingkatkan dengan pendekatan lintas sektor dan berbasis komunitas. Tidak cukup hanya mengandalkan program kesehatan, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan ekonomi keluarga.
Jika seluruh pihak — pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta — bekerja bersama, Medan dapat menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif