Stunting di Kupang (Nusa Tenggara Timur)
Pendahuluan
Kupang, ibu kota NTT, merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Faktor geografis, kemiskinan, serta kekeringan panjang menjadi penyebab utama kurangnya akses pangan bergizi. Banyak keluarga bergantung pada makanan pokok tanpa variasi gizi yang cukup.
Pembahasan
Pemerintah bersama lembaga internasional meluncurkan program Cegah Stunting NTT 2025. Program ini berfokus pada penyediaan air bersih, edukasi gizi, serta pemberdayaan perempuan di pedesaan. Melalui kegiatan Dapur Sehat dan kebun keluarga, masyarakat diajarkan menanam sayur dan beternak ayam untuk sumber protein tambahan.
Meskipun tantangan geografis berat, semangat masyarakat Kupang sangat kuat. Gotong royong dan partisipasi aktif warga menjadi modal sosial yang besar untuk menekan angka stunting.
Penutup
Stunting di Kupang menjadi cermin bahwa penanganan gizi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan pemberdayaan, NTT memiliki peluang besar untuk menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan