Kebijakan Pemerintah dan Program MBG di Kalimantan Barat
Pendahuluan
Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, karet, dan lada. Namun, masih banyak petani yang menghadapi kendala dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah menggandeng perguruan tinggi dalam pelaksanaan program MBG.
Mahasiswa dilibatkan langsung dalam pendampingan petani di berbagai daerah seperti Sambas, Singkawang, dan Pontianak untuk menerapkan praktik pertanian cerdas lingkungan.
Isi
Kebijakan pemerintah difokuskan pada peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknologi budidaya ramah lingkungan dan manajemen usaha tani. Dalam program MBG, mahasiswa berperan dalam memperkenalkan inovasi seperti biopestisida alami dan pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk cair organik.
Selain itu, pemerintah juga mendorong digitalisasi sektor pertanian dengan menyediakan aplikasi pendampingan pertanian berbasis data. Melalui kerja sama ini, petani dapat mengakses informasi harga pasar dan teknik pertanian terbaru dengan mudah.
Penutup
Program MBG di Kalimantan Barat telah memperkuat sinergi antara mahasiswa, petani, dan pemerintah dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Dampak positifnya terlihat dari peningkatan hasil panen dan kesadaran petani terhadap lingkungan.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, Kalimantan Barat diharapkan menjadi salah satu wilayah percontohan dalam implementasi pertanian hijau berbasis gotong royong.